Bab Enam
Membangun
Agent
Perbedaan antara kalkulator
dan rekan kerja.
Chatbot menunggu kamu bicara. Agent tidak. Beri dia tujuan — "riset kolonisasi Mars dan tulis laporannya" — dan dia memecah pekerjaan jadi langkah-langkah, pilih tool yang tepat, eksekusi satu per satu, cek hasilnya sendiri, dan terus jalan sampai selesai. Perbedaan itu — antara merespons instruksi dan mengejar tujuan — adalah perbedaan antara kalkulator dan rekan kerja.
Agent berjalan dalam loop: terima tujuan, rencanakan langkah, eksekusi dengan tool, amati hasil, evaluasi progres, sesuaikan. Mereka nggak merencanakan sekali lalu jalan buta — yang terbaik bisa pulih dengan elegan kalau langkah ketiga bermasalah. Tapi kekuatan itu punya sisi gelap: agent nggak cuma memberi jawaban salah, mereka bertindak berdasarkannya, lalu pakai hasil yang rusak untuk keputusan berikutnya. Kegagalan bertumpuk.
Loop Agent
Setiap agent berjalan dengan siklus lima langkah yang sama. Memahami langkah-langkah ini adalah perbedaan antara membangun sesuatu yang berguna dan membangun sesuatu yang menghabiskan kredit API-mu dalam loop tak berujung.
Goal (Tujuan)
Terima objektif yang jelas. "Riset Mars" bukan tujuan. "Tulis ringkasan 500 kata tentang tantangan kolonisasi Mars, dengan sumber" baru tujuan.
Plan (Rencana)
Pecah tujuan jadi langkah-langkah konkret. Perencana yang bagus bikin rencana fleksibel. Perencana yang buruk bikin skrip kaku yang hancur di kejutan pertama.
Execute (Eksekusi)
Jalankan setiap langkah pakai tool yang tepat — mesin pencari, interpreter kode, pembaca file, API. Agent nggak cuma berpikir. Mereka bertindak.
Observe (Amati)
Catat apa yang terjadi dan cek hasilnya. Tanpa memori, agent bisa mengulangi tindakan gagal yang sama selamanya.
Evaluate (Evaluasi)
Berhasil nggak? Sudah lebih dekat ke tujuan? Kalau ada yang salah, sesuaikan rencana dan ulangi loop. Inilah yang membedakan agent dari skrip.
Insight utama
Chatbot itu satu giliran. Agent itu seluruh percakapan — dengan dirinya sendiri, tool-nya, dan dunia. Pembangun agent terbaik nggak memaksimalkan otonomi. Mereka mendesain checkpoint yang bijak di mana agent berhenti sejenak dan membiarkan manusia memutuskan apakah lanjut atau tidak.
Saatnya membangun. Desain tank agent — pilih kemampuannya, alokasikan budgetnya, dan tulis strateginya — lalu deploy ke arena dan saksikan dia bertarung secara otonom.
Selanjutnya: kamu akan pakai agent nyata — yang membaca kodemu, menulis perubahan, menjalankan tes, dan memperbaiki kesalahannya sendiri. Kenalkan Claude Code.