9

Bab Sembilan

Build
Loop

Harapkan ketidaksempurnaan. Nikmati penyempurnaan.
Versi ketiga adalah di mana keajaiban terjadi.

Kesalahan paling umum saat membangun dengan AI bukan prompt yang jelek. Tapi ekspektasi yang salah. Kamu ketik satu deskripsi panjang, tekan enter, dan mengharapkan produk jadi. Nggak berhasil. Nggak pernah berhasil. Orang-orang yang membangun hal luar biasa dengan AI tahu rahasianya: versi pertama selalu salah. Versi ketiga bagus. Versi kelima hebat. Dan proses dari satu ke lima? Itulah skill yang sesungguhnya.

Setiap seniman mengiterasi. Setiap arsitek merevisi. Setiap pembuat film mengambil banyak take. Membangun dengan AI nggak beda. Orang yang menikmati loop-nya — bukan membencinya — adalah yang membangun hal-hal terbaik.

Specify, Generate, Verify

Setiap sesi produktif dengan coding agent mengikuti ritme yang sama. Specify apa yang kamu mau — spesifik, beri contoh, jelaskan seperti apa "selesai" itu. Biarkan agent generate. Lalu verify: berfungsi nggak? Tampilannya bener nggak? Sesuai yang diminta nggak? Kalau tidak, kamu specify lagi, lebih presisi. Itulah loop-nya. Itu bukan tanda kegagalan. Itu prosesnya.

Langkah powerful-nya adalah menulis acceptance criteria sebelum mulai membangun. "Tombolnya harus berubah hijau kalau diklik." "Daftarnya harus tetap ada kalau halaman di-refresh." "Form pendaftaran harus menolak email tanpa simbol @." Deskripsi bahasa biasa tentang "selesai" ini jadi framework evaluasimu. Kalau ada yang salah, tempel kriteriamu ke agent dan bilang "ini nggak sesuai." Agent bisa mengetes terhadap standarmu.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Mentok

Agent menghasilkan sesuatu yang rusak. Sekarang apa? Lima strategi, urutkan dari yang harus dicoba dulu:

1. Jelaskan gejalanya, bukan diagnosamu

"Tombolnya nggak merespons waktu diklik" lebih baik dari "Kayaknya onClick handler-nya rusak."

2. Bagikan pesan error persis seperti aslinya

Copy-paste error yang persis. Itu satu hal paling berguna yang bisa kamu berikan ke agent.

3. Minta agent menjelaskan apa yang dia lakukan

"Jelaskan apa yang baru kamu ubah dan kenapa." Memahami sering kali mengungkap masalahnya.

4. Minta pendekatan yang berbeda

"Cara itu nggak berhasil. Bisa coba cara yang benar-benar berbeda?"

5. Mulai baru dengan pelajaran yang sudah didapat

Kadang percakapan baru lebih cepat daripada debug yang sudah kusut. Bawa keputusan-keputusan pentingnya.

Test sebagai pagar pembatas

Kamu bisa minta agent menulis automated test — dalam bahasa biasa. "Tulis test yang memverifikasi form pendaftaran menolak email tanpa simbol @." Agent menulis test-nya dan kode yang meloloskannya. Ini test-driven development, diarahkan oleh seseorang yang belum pernah menulis test. Begitu bug tertangkap oleh test, dia nggak akan pernah kembali lagi.

Latih skill-nya. Bagaimana kamu akan menjelaskan bug-bug ini ke coding agent?

Debug Detective

How would you report this bug?

0 pts
Scenario 1 of 5

The Button That Does Nothing

Create Account
Submitno response

You asked the agent to build a sign-up form. The form looks great, but the "Submit" button doesn't do anything when you click it.

Submit button is unresponsive
Choose your approach
Share this course
Versi pertama selalu salah. Versi ketiga bagus. Versi kelima hebat. Nikmati loop-nya.

Kamu bisa mengiterasi. Kamu bisa debug. Tapi bagaimana kamu tahu kalau yang kamu bangun itu benar-benar bagus? Bukan cuma fungsional — bagus. Itu butuh sesuatu yang AI nggak bisa berikan: taste. Itu topik selanjutnya.

Eval Framework

New tool unlocked!